Jadi Tim Sar



Kompleks rumah Paman Kikuk kebanjiran. Kali ini tinggi sekali. Banyak orang naik ke lantai dua atau atap rumah mereka.

Untung Paman Kikuk, Husin, dan Asta sempat mengungsi. “Sin, aku nggak bisa diam saja disini. Aku akan ikut menolong.” Kata Paman Kikuk.

Paman Kikuk segera mendaftarkan diri jadi sukarelawan. “Saya dulu pernah ikut pelatihan SAR. Tenang, saya sudah ahli, saya bukan noob” Ujar Paman Kikuk percaya diri.

Paman Kikuk dan tim SAR segera ke lokasi banjir, menaiki perahu karet. “Tolong….!” Teriak seseorang dari atap rumahnya.

“Biar saya yang menolong!” seru Paman Kikuk. Ia langsung mencebur dan berenang kearah orang yang meminta tolong.

Paman Kikuk berenang sembari menghindari sampah-sampah yang berseliweran di depannya. Beberapa kali sampah kayu mengenainya.

Rupanya, air banjir itu dingin sekali. Napas Paman Kikuk ngos-ngosan, karena ia berenang sambil menahan dingin. Akhirnya ia sampai juga di tempat korban.

“Huuuh….. tolong saya……. badan saya lemas, saya kedinginan……” rintih Paman Kikuk. “Lho…. anda ini, kan, mestinya menolong saya? Kok….”


^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ ^ 

Kunjungi juga akun youtube penulis.
Jangan lupa untuk like, share, comment, dan subscribe yaa....
Karena itu semua gratis...

Terima kasih...

Komentar